Peduli Janda, Badak LNG Persembahkan Rumah Singgah Layak Huni

CITA MEDIA INDONESIA, BONTANG – Kepedulian terhadap lingkungan sekitar terutama masyarakat kurang mampu terus dilakukan Badak LNG, salah satu bentuk kepedulian itu diwujudkan dengan membangun rumah singgah khusus para janda yang kurang mampu. Peletakan batu pertama dihadiri langsung Director & COO Badak LNG, Teten Hadi Rustendi, Senior Manager Corporate & General Support, Yuli Gunawan, Ketua Pengurus Yaumil Badak LNG, Irfan Hidayat, Camat Bontang Barat, Hj. Ida Idris, SE dan Lurah Gunug Telihan, Cholid. Minggu (05/05/2024) dilapangan Voli perumahan Hop 5 Badak LNG

Mewakili Walikota, Camat Bontang Barat, Hj. Ida Idris, SE mengucapkan rasa terima kasih atas kepedulian Badak LNG terhadap kondisi masyarakat yang kurang mampu dengan membangun rumah untuk tempat tinggal para janda yang awalnya dikira bangunan ini berfungis hanya untuk tempat menambah keterampilan.

“Saya sempat mengira bangunan ini nantinya hanya untuk menimba ilmu dan keterampilan tapi ternyata akan berfungsi sebagai tempat tinggal dan ini sangat luar biasa.” ujarnya

Menjabat sebagai Camat Bontang Barat baru beberapa bulan namun, Ia sudah sering mendengar kepedulian Badak LNG, terutama dalam hal menjaga masalah lingkungan serta bantuan CSR lainya. 

“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih, bantuan ini sungguh bermanfaat terutama untuk Kecamatan Bontang Barat, semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi kita dan seluruh keluarga besar Badak LNG.” harapnya 

Sementara dalam sambutannya Teten Hadi Rustendi mengatakan, program pembangunan rumah singgah yang dikhususkan untuk janda di Kota Bontang berasal dari kalangan tidak mampu dan tidak memiliki tempat tinggal. Program ini pelaksanaannya bekerjasama dengan Yaumil dan Yayasan LNG Badak. Dana pembangunan dari program CSR Badak LNG, penyedia tanah disediakan Yaumil sementara untuk pembangunannya dilakukan Yayasan LNG Badak

“Saat saya menjabat Direktur sejak tiga tahun lalu, niatnya agar Badak bisa bermanfaat untuk masyarakat, pembangunan rumah singgah ini kita targetkan 2 bulan sudah selesai. tahap pertama kita bangun 5 unit kemudian akan dilanjutakan tahap kedua 5 unit lagi jadi total kita akan bangun 10 unit dengan total biaya hampir 500 juta.” jelas Teten 

Saat berkunjung ke tempat salah satu calon penerima BESCA program beasiswa Badak LNG, kami menemui orang tuanya yang berstatus janda tinggal dengan anak 1 yang menempati rumah kontrakan ukuran 5×4 meter dan bersebelahan dengan kandang ayam.

“Saya berfikir bagaimana mungkin kita tinggal di komplek perumahan dengan segala fasilitas mewah sementara ada sodara kita yang hidupnya prihatin, inilah awal mula munculnya ide program rumah singgah bagi janda tidak mampu di kota Bontang.” ungkapnya

Ia pun berharap dengan program ini, Badak LNG mampu menebar manfaat dan menjadi pelopor rumah singgah di kota Bontang, agar kelak dapat berkembang dan menjadi contoh bagi perusahaan lain yang ingin melakukan hal yang sama.

“Kami tentu tidak bisa menyelesaikan semua permasalahan yang ada, tapi paling tidak Badak sudah memulainya untuk menggugah perusahaan lainnya untuk melakukan hal yang sama.” harap Teten

Rumah singgah ini hanya boleh ditempati khusus yang berstatus janda tidak mampu secara ekonomi dan tidak memilik tempat tinggal yang layak, mereka berhak menempati rumah tersebut, jika telah menikah lagi wajib keluar dari rumah tersebut dan akan digantikan oleh penghuni lainnya setelah melalui seleksi oleh tim.

“Mari kita terus saling membantu agar hidup kita selalu menjadi tenang dan berkah.” tutupnya

*(CMI-01)

Berita Terkait

Dukung Program TAMASYA, Badak LNG Tingkatkan ...
Ketum HMI Badko Kaltim-Kaltara Desak Bupati ...
Moment 48 Tahun Tetesan Perdana LNG, Badak ...
HIPMI Balikpapan Dorong Pemuda Jadi Pengusaha ...